LAPORAN
PRAKTIKUM DESAIN BASIS DATA
“Pembuatan dan Manajeman Tabel”
Landasan Teori
Sebuah
tabel terdiri dari baris (row) dan kolom (column), dimana jumlah
dan nama kolom harus didefinisikan terlabih dahulu di awal. Sedangkan baris
merupakan sebuah variabel yang dapat dihapus dan diisi kapanpun, sehingga
jumlahnya selalu berubah sesuai dengan jumlah data didalamnya. Setiap kolom
dalam tabel mempunyai tipe data, tipe data digunakan untuk membatasi jenis data
yang bisa dimasukkan, sehingga akan mempermudah dalam menggunakannya dan
melakukan pengelolaan selanjutnya. Sangat disarankan pada saat akan membuat
tabel, sebaiknya membuat sebuah aturan khusus dalam penentuan tabel-tabel yang
akan dibuat dan memberikan nama kolom maupun tipe datanya.
Tabel
harus memiliki primary key, artinya dalam pembuatan tabel haruslah terdapat
sekelompok kolom (field) yang menyebabkan setiap baris (record) dalam tabel
tersebut tidak sama dan juga digunakan untuk mempercepat dalam pencarian. Deklarasi
primary key tidak boleh kosong (null), jadi kita harus mendeklarasikan sebagai
not null.
Tujuan Pembahasan
1. Mahasiswa memahami cara pembuatan maupun
penghapusan tabel.
2. Mahasiswa memahami cara mengedit struktur dari tabel.
3. Mahasiswa
mampu memanipulasi tabel sesuai dengan kebutuhan.
Langkah Kerja
1.
Buatlah
sebuah tabel dengan nama identitasNIM dan dengan nama fieldnya
Nama
|
Tipe
data
|
Keterangan
|
Id_idn
|
Integer
|
Not
Null
|
namaDepan_idn
|
Varchar(10)
|
|
namaBelakang_idn
|
Varchar(10)
|
|
tgl_lahir_idn
|
Date
|
|
status_idn
|
Boolean
|
|
Alamat_idn
|
Text
|
2. Buatlah sebuah
tabel lagi dengan nama pegawai dan nama field sama dengan tabel identitas.
3. Hapus kolom
“alamat_idn” dan tampilkan struktur dari tabel pegawai tadi.
4. Tambahkan kolom
“pekerjaan_idn” dengan type data varchar dan tampilkan struktur tabel pegawai.
5. Ubah nama tabel
pegawai menjadi pekerjaNIM kemudian ubah nama kolom “pekerjaan_idn” menjadi
“alamat_idn” dan tampilkan.
6. Berikan Primary
key pada tabel pekerjaNIM dan ubah type data pada kolom “alamat_idn” menjadi
text. Kemudian tampilkan struktur tabel.
7. Hapus tabel
pekerjaNIM.
8. Buat temporary
tabel dengan nama mahasiswa_sementara dengan 3 kolom yaitu id, nama, tanggal
lahir dan tampilkan tabel atau strukturnya.
9. Hapus semua hak
akses tabel tertentu kepada salah satu user yang telah dibuat dan lakukan
pengecekan. Kemudian berikan semua hak akses kembali dan lakukan pengecekan
kembali. Hapus hak akses SELECT tabel tertentu kepada salah satu user dan
lakukan pengecekan.
10. Buat tabel baru
dengan nama Gaji, dengan catatan pembuatan tabel berasal dari turunan tabel
number 1 dan tambahkan kolom gaji kotor, pajak, dan gaji bersih. Kemudian
tampilkan strukturnya.
Hasil Percobaan
1. Membuat tabel 1 dan 2
Query SQL Shell :
CREATE TABLE namatabel (namakolom
tipedata keterangan);
*Cttn : Untuk melihat struktur tabel
yang telah dibuat ketikkan perintah \d dan melihat semua tabel menggunakan \z.
Query MySQL :
CREATE TABLE namatabel (namafield
tipedata keterangan);
Untuk melihat struktur tabel query nya adalah :
desc nama_tabel
2. Menghapus kolom
Query SQL Shell :
alter
table namatabel drop column “namakolom”;
Query MySQL :
Alter
table namatabel drop namakolom;
3.
Menambah kolom
Query SQL Shell :
alter
table namatabel add column “namakolom” tipe data;
Query MySQL :
alter
table namatabel add namafield tipedata;
4.
Mengubah nama tabel
Query SQL shell :
alter
table namatabelasal rename to namatabelbaru;
Query MySQL :
RENAME
TABLE nama_lama TO nama_baru;
5.
Mengubah nama kolom
Query SQL shell :
alter
table namatable rename column “namakolom asal” to namakolombaru;
Query MySQL :
Alter
tabel namatabel change fieldlama fieldbaru tipe data;
6.
Memberi primary key
Query SQL shell :
alter
table namatabel add primary key (namakolom);
Query MySQL :
alter
table namatabel add primary key (namakolom);
7.
Menghapus tabel
Query SQL shell :
drop
table namatabel;
Query MySQL :
drop table namatabel;
8.
Membuat temporary tabel
Query SQL shell :
create
temporary table namatabel (namakolom tipedata keterangan);
Query MySQL :
CREATE
TEMPORARY TABLE namatabel (namakolom tipedata keterangan);
9.
Memberikan dan menghapus hak akses
Query SQL shell :
Memberikan hak akses
grant all on table namatabel to namauser;
Menghapus hak akses
revoke
all on table namatabel from namauser;
Query MySQL :
Memberikan hak akses
GRANT hak_akses ON nama_database.nama_tabel TO
'nama_user'@'lokasi_user';
Menghapus hak akses
REVOKE
hak_akses ON nama_database.nama_tabel FROM 'nama_user'@'lokasi_user';
10.
Membuat tabel turunan
Query SQL shell :
create
temporary table namatabel (namakolom tipedata keterangan , namakolom tipedata keterangan) inherits
(namatabelinduk);
Perbandingan
antara SQL Shell dengan MySQL
1. Terdapat
perbedaan penulisan query pada SQL shell dan MySQL, contohnya seperti penggunaan
tanda petik.
2. Pada SQL shell,
ketika kita ingin mengganti nama kolom kita tidak harus mengganti tipe datanya.
Sedangkan pada MySQl kita harus mengganti tipe datanya juga. Berarti secara
otomatis MySQL mengganti tipe data kolom baru dan pada SQL shell perintah
tersebut dilakukan satu persatu.
3. Pada SQL shel,
ketika kita membuat suatu kolom dengan tipe data varchar, kita tidak harus
memasukkan panjang data. Sedangkan pada MySQL kita harus memasukkan penjang
datanya.
4. Saat kita
membuat temporary tabel pada SQL shell, kita bisa melihat struktur tabel
temporary tersebut. Sedangkan pada MySQL, ketika Anda mengetikkan perintah SHOW
TABLES, Table Temporary tidak akan tampil di daftar table. Dan ketika Anda
logout dari MySQL maka Table Temporary juga tidak akan bisa ditemukan lagi
dengan perintah SELECT. Secara default, semua Temporary Table akan terhapus
secara otomatis ketika koneksi database berakhir. Namun Anda tetap bisa
menghapus tabel tersebut dengan perintah DROP TABLE.
5. Ketika kita
ingin memberikan atau mencabut hak akses suatu database, kita harus memasukkan
lokasi user. Sedangkan pada SQL shell tidak.
6. Kita bisa
membuat tabel turunan pada SQL shell, namun pada MySQL tidak
Kesimpulan
Beberapa query yg digunakan pada SQL
shell dan MySQL, kebanyakan sama. Hanya saja ada perbedaan pada cara
penulisannya. Untuk pembuatan tabel querynya adalah CREATE TABLE namatabel
(namakolom tipedata keterangan); dan untuk penghabusan tabel query yg
digunakan adalah drop table namatabel;.
Dalam pengoprasian database, kita
biasanya melakukan pengeditan padatabel, seperti penggantian nama kolom,
menghapus kolom, dll. Berikut ini adalah query yang berhubungan dengan
pengeditan tabel :
-
Mengganti nama tabel
alter table namatabelasal rename to namatabelbaru;
-
Menghapus kolom
alter table namatabel drop column “namakolom”;
-
Memberikan primary key
alter table namatabel add primary key (namakolom);
-
Mengganti nama kolom
alter table namatable rename column “namakolom asal” to
namakolombaru;
Kritik
Penjelasan
penulis tentang materi ini kurang detail dan beberapa query masih terkesan
membingungkan. Butuh banyak latihan untuk bisa memahami materi ini dengan
benar.
Saran
Diharapkan kepada penulis untuk lebih
memperjelas tentang bagaimana cara pembuatan tabel dan memanipulasinya. Karena
mungkin pembaca yang masih pemula masih bingung tentang materi ini.
Manfaat
1.
Memudahkan pembaca dalam pembuatan database.
2. Membantu pembaca tentang bagaimana
memanipulasi database.
Daftar
Pustaka
http://prothelon.com/belajar/artikel/mengubah-nama-tabel-mysql
http://junedalbughisy.blogspot.com/2012/10/cara-mengubah-nama-table-dan-field-pada.html
http://firmanhidayah.blogspot.com/2012/04/mysql-temporary-tables.html
http://www.duniailkom.com/cara-membuat-hak-akses-privileges-user-mysql-grant/
http://www.duniailkom.com/cara-menghapus-hak-akses-user-mysql-revoke/