LAPORAN
PRAKTIKUM
DESAIN BASIS DATA
“Fungsi, PL/PGSQL, dan Trigger”
LANDASAN TEORI
- Pendukung Fungsi
PostgreSQL memiliki fungsi yang
dapat mengubah suatu nilai dalam suatu kolom atau baris menjadi huruf besar.
Fungsi tersebut bernama upper(nama_kolom), berfungsi memanggil fungsi upper
dengan nama_kolom sebagai argumen sehingga menghasilkan nilai
padakolom dalam huruf besar. Berikut Struktur SQL untuk menampilkan data dalam
huruf besar semua :
SELECT upper ([nama kolom]) FROM [nama tabel];
Berikut
struktur SQL untuk menampilkan data dimana huruf pertama saja yang besar :
SELECT
initcap ([nama kolom]) FROM [nama tabel];
- Fungsi
Fungsi SQL adalah sebuah
kumpulan query, biasanya query yang detail dan panjang yang dibungkus menjadi
satu dan disimpan dalam database dan kemudian apabila diperlukan hanya
tinggal mengaksesnya tanpa mengetikan query detail. Sedangkan untuk memunculkan
fungsi dapat menggunakan query \df.
Ada beberapa
konsep yang menarik dari fungsi antara lain:
- Bahasa yang dipakai dapat didefenisikan sendiri dengan tersedianya parameter LANGUAGE, tanpa harus mengkompilasi ulang PostgreSQL.
- Kita dapat membuat dua buah fungsi dengan nama yang sama namun parametermasukkannya yang berbeda, baik tipe data maupun jumlahnya.
Ada beberapa
faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat fungsi antara lain:
•
Nama Fungsi
•
Nomor dari fungsi argument
•
Tipe data dari setiap argument
•
Tipe dari hasil fungsi
•
Fungsi action
•
Bahasa yang digunakan oleh
fungsi action.
Berikut contoh
sederhana pembuatan fungsi SQL untuk perkalian dari tiga inputan :
db_personal=> CREATE FUNCTION perkalian
(FLOAT, FLOAT, FLOAT)
db_personal-> RETURNS FLOAT
db_personal-> AS 'SELECT ($1 + $2) * $3;'
db_personal-> LANGUAGE 'sql';
CREATE
db_personal=> SELECT perkalian (10,10,10);
perkalian
-----------
200
(1 row)
- Fungsi PL/PGSQL
PL/PGSQL merupakan bahasa yang lain
untuk membuat sebuah fungsi, biasanya bahasa ini digunakan untuk menangani
fungsi yang lebih kompleks. Pl/pgsql sudah terdapat dalam instalasi PostgreSQL.
Keuntungan
penggunaan Fungsi PL/PGSQL :
1. Meningkatkan kinerja karena mengurangi pengiriman kode dari
klien ke server.
2. Meningkatkan keamanan karena pengaksesan data tertentu ditangani
dalam server.
3. Meningkatkan konsistensi
data saat sejumlah aplikasi memanggil prosedur yang sama:
Sebaliknya kelemahannya
yaitu server akan lebih terbebani karena banyak proses yang harus ditangani.
Sedangkan query PL/PGSQL agar lebih mudah di pahami akan dibagi menjadi 2 yaitu
pembuatan fungsi dan pembuatan definisi
Berikut
Struktur pembuatan fungsi dalam pl/pgsql
1. Pembuatan fungsi :
CREATE
[OR REPLACE] FUNCTION nama_fungsi ( argtype , ... ])
RETURNS
tipe_data
AS
‘definisi’
LANGUAGE
‘plpgsql’;
2. Pembuatan definisi :
DECLARE
nama_variable tipe_data /* deklarasi variabel, type
*/
BEGIN
/*
prosedural dan SQL masuk disini seperti select, update dan sebagainya*/
Return
nama_variable /* blok ini yang wajib */
END;
Menghapus
fungsi :
DROP FUNCTION nama_fungsi(paramater,
parameter, parameter ... );
Contoh :
DROP FUNCTION pembagian(text);
Berikut ini implementasi dari
contoh penggunaan fungsi dengan bahasa PL/PGSQL:
db_personal=> CREATE FUNCTION
pl_caripegawai (integer)
db_personal-> RETURNS text
db_personal-> AS 'DECLARE hasil TEXT;
db_personal'> BEGIN
db_personal'> SELECT INTO hasil nama as
nama_mahasiswa
db_personal'> FROM pegawai
db_personal'> WHERE id = $1;
db_personal'> RETURN hasil;
db_personal'> END;'
db_personal-> LANGUAGE 'plpgsql';
CREATE
db_personal=> SELECT pl_caripegawai (1);
pl_caripegawai
-----------------
Hendro
(1
row)
db_personal=> SELECT pl_caripegawai (2);
pl_caripegawai
--------------------
Tika
(1
row)
Contoh berikut menunjukkan query
percabangan yang akan menampilkan nilai terkecil dari dua buah parameter :
create function percabangan (x integer,y
integer)
returns integer
as ‘declare nilai_terkecil integer;
begin
if x < y then
select into nilai_terkecil x;
else
select into nilai_terkecil y;
end if;
return nilai_terkecil;
end;’
language
‘plpgsql’;
Hasil sebagai berikut :
Select percabangan (300,250);
Percabangan
-----------------
250
(1 row)
Contoh berikut
menunjukkan query perulangan yang akan menampilkan akumulasi dari jumlah
perulangan :
Create
function perulangan (a integer,b integer)
Returns
integer
As ‘
declare nilai_awal integer default a;
Hasil
integer default 0;
Begin
Loop
If
nilai_awal > b then
Exit;
End if;
Hasil :=
hasil+nilai_awal;
Nilai_awal := nilai_awal+1;
End loop;
Return
hasil;
End;’
Language ‘plpgsql’;
Hasilnya
sebagai berikut :
Select
perulangan (1,5);
Perulangan
----------------
15
1 (row)
- Trigger
Trigger digunakan
untuk menyisipkan sebuah fungsi pada saat suatu record di-INSERT, UPDATE dan
DELETE. Trigger sangat ideal untuk mengecek atau memodifikasi sebuah data pada
kolom sebelum dimasukkan ke dalam database, sehingga sebuah fungsi dapat
dipanggil setiap saat secara otomatis ketika sebuah row akan dimodifikasi. Ciri
khas dari fungsi yang diperuntukkan untuk trigger adalah menghasilkan output
bertipe OPAQUE. Tipe opaque adalah sebuah tipe yang menginformasikan pada
database bahwa fungsi tersebut tidak menghasilkan satu dari tipe data yang
ditetapkan SQL dan tidak secara langsung dapat digunakan dalam statemen SQL.
Language (bahasa) PL/PGSQL dapat digunakan untuk trigger procedure, fungsi
untuk trigger ini memiliki beberapa variabel khusus yang terdeklarasi secara
otomatis.
Variabel
tersebut antara lain:
- NEW: Variabel yang berisi nilai baru suatu record pada saat INSERT atau UPDATE, bertipe RECORD.
- OLD: Variabel yang berisi nilai lama suatu record pada saat UPDATE atau DELETE, juga bertipe RECORD.
Berikut ini beberapa contoh penggunaan fungsi sebagai trigger
procedure:
Contoh : trigger berikut ini memastikan isi field atau kolom nama
pada tabel anggota selalu huruf besar.
Langkah pertama
buatlah fungsinya terlebih dahulu :
db_personal=>
CREATE FUNCTION tes_trigger()
db_personal->
RETURNS opaque
db_personal->
AS 'BEGIN
db_personal'>
NEW.nama := UPPER(NEW.nama);
db_personal'>
RETURN NEW;
db_personal'>
END;'
db_personal-> LANGUAGE 'plpgsql';
CREATE
Kemudian lanjutkan dengan pembuatan trigger
yang berfungsi untuk memanggil fungsi secara otomatis ketika kita melakukan
INSERT ataupun UPDATE pada tabel anggota.
db_personal=>
CREATE TRIGGER tes1_trigger
db_personal->
BEFORE INSERT
db_personal->
ON anggota
db_personal->
FOR EACH ROW
db_personal->
EXECUTE PROCEDURE tes_trigger();
CREATE
cobalah INSERT
beberapa data ke dalam tabel anggota:
db_personal=> INSERT INTO anggota (id, nama)
db_personal-> VALUES (26, 'andhie');
INSERT
70831 1
db_personal=> INSERT INTO anggota
db_personal-> VALUES (83, 'rWatia');
INSERT
70832 1
Tampilkan isi dari tabel anggota,
hasilnya seperti pada tabel di bawah ini. Jadi setiap data yang kita INSERT
walaupun dalam penulisannya menggunakan huruf kecil namun secara
otomatis trigger akan memanggil fungsi yang bertugas untuk mengganti
setiap data yang masuk agar hasilnya nanti selalu menjadi huruf besar:
db_personal=>
SELECT * FROM anggota;
id | nama
--------+-------------
26 |
ANDHIE
83 |
RWATIA
(2 rows)
Nah, setelah kita bahas teori di atas, sekarang kita lihat gimana
sih contoh penggunaan fungsi, pl/pgsql, dan trigger dalam kasus tertentu. CHECK
THIS OUT!!
- Buatlah fungsi konversi suhu dari Fahrenheit ke derajat celcius dengan rumus konversi sebagai berikut : celcius= (5*(nilai Fahrenheit-32))/9!
Kemudian jalankan hasilnya dengan menSELECT fungsi tersebut !
- Buatlah fungsi untuk mencari alamat mahasiswa dari tabel mahasiswa berdasarkan nama mahasiswa. Kemudian jalankan dengan perintah SELECT !
- Buatlah fungsi untuk menghitung nilai dengan menggunakan bahasa pl/sql !
Nilai > 100 atau Nilai<0
|
Nilai Salah
|
Nilai ≥ 90
|
Nilai A
|
70 ≤ Nilai < 90
|
Nilai B
|
60 ≤ Nilai < 70
|
Nilai C
|
50 ≤ Nilai < 60
|
Nilai D
|
0 ≤ Nilai < 50
|
Nilai E
|
Kemudian
jalankan hasilnya dengan menSELECT fungsi tersebut !
- Buatlah fungsi menggunakan pl/pgsql untuk mencari bilangan ganjil atau genap dari bilangan yang diinputkan. Kemudian jalankan dengan perintah SELECT !
- Tambahkan kolom modifikasi pada tabel mahasiswa. Dimana setiap ada insert atau update maka tanggal pada kolom modifikasi akan menunjukkan tanggal perubahan tersebut dilakukan.
Pertama,
kita membuat kolom baru, yaitu kolom modifikasi.
Kemudian, kita
buat fungsinya
Lalu buat
triggernya
Taraaaaa.... begini
bentuk uji cobanya!!!
KESIMPULAN
Kesimpulan yang
dapat kita ambil adalah :
- Fungsi SQL adalah sebuah kumpulan query, biasanya query yang detail dan panjang yang dibungkus menjadi satu dan disimpan dalam database dan kemudian apabila diperlukan hanya tinggal mengaksesnya tanpa mengetikan query detail.
- PL/PGSQL merupakan bahasa yang lain untuk membuat sebuah fungsi, biasanya bahasa ini digunakan untuk menangani fungsi yang lebih kompleks.
- Trigger digunakan untuk menyisipkan sebuah fungsi pada saat suatu record di-INSERT, UPDATE dan DELETE. Ciri khas dari fungsi yang diperuntukkan untuk trigger adalah menghasilkan output bertipe OPAQUE. Tipe opaque adalah sebuah tipe yang menginformasikan pada database bahwa fungsi tersebut tidak menghasilkan satu dari tipe data yang ditetapkan SQL dan tidak secara langsung dapat digunakan dalam statemen SQL.
SARAN
Buat para
teman-teman pembaca sekalian, apabila ingin mencoba mempraktekkan query ini
harus sabar, ya. Karena memang pada materi ini menurut saya lumayan susah dan
membingungkan. Jadi, teman-teman sekalian harus teliti dan benar-benar memahami
penggunaan serta aplikasinya.
MANFAAT
Semoga dengan
tulisan ini, pembaca dapat memahami dan menggunakan fungsi dalam database
PostgreSQL, serta dapat memahami dasar penggunaan PL/PGSQL dan TRIGER.
REFERENSI
- Modul Praktikum Desain Basis Data
- http://ahwat.blogspot.com/2012/05/membuat-function-di-mysql.html
- http://mondkey.wordpress.com/2014/01/12/fungsi-di-mysql/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar